Yang kecil, tetaplah kecil
Yang besar, tetaplah besar
Yang sudah melayang, biarlah melayang
Biarlah ia diterpa Tuan Angin dengan hembusannya
Yang sedang berjalan, biarlah ia menapak
dengan seluruh daya dan energi yang tersisa
Di ujung langkah kakinya yang kesekian kali,
ia berhenti
Tanpa ada Iangkahan yang ingin diIangkahi,
ia harus tetap melangkah
dengan seluruh kesibukan yang ada,
ia harus tetap menjadi air
Diam, tenang, mengalir
"Manis, asam, asin, rame rasanya!" sahutnya dalam hati
Kemudian ia melangkah lagi,
Kakinya berdarah,
kakinya menginjak batu tajam
darahnya mengalir terus tanpa henti
kekurangan faktor VIII atau mungkin XI, mungkin?
Wednesday, August 14, 2013
Tuesday, July 23, 2013
saat aku membutuhkanmu
aku tutup mataku
aku ingin merasakan detak jantungmu, meski dari jauh
ketika aku membutuhkan bumbu-bumbu merah jambu
aku ulurkan tangan dan aku sentuh cinta
aku tak pernah tahu ada begitu banyak merah jambu
yang tulus
saat aku membutuhkanmu
aku hanya pejamkan mata
dan kau benar di sisiku
kau berikan lagi merah jambu
buatku tetap hangat dalam dingin,
sepi sunyi senyap di malam hari
when I need you
aku tutup mataku
aku ingin merasakan detak jantungmu, meski dari jauh
ketika aku membutuhkan bumbu-bumbu merah jambu
aku ulurkan tangan dan aku sentuh cinta
aku tak pernah tahu ada begitu banyak merah jambu
yang tulus
saat aku membutuhkanmu
aku hanya pejamkan mata
dan kau benar di sisiku
kau berikan lagi merah jambu
buatku tetap hangat dalam dingin,
sepi sunyi senyap di malam hari
when I need you
Sunday, June 30, 2013
Fogedaxo¹³
Teringat masa-masa saat aku melangkahkan kaki untuk kali ketiga
Aku sering melawan dengan penuh berontak pada langkahan ketiga ini
Aku sering menendang batu-batu besar dengan sengaja hingga terluka
Aku sangat berontak pada masa putih biru
Tapi seberontak-berontaknya aku, ia tetap lukiskan semua itu
Goresan senyumnya tak pernah pergi
Kerap kali aku merasa ada tangis yang tak mau lagi jadi tawa,
Dan tawa yang selalu berujung pada tangis
Tentang sebuah sendinya yang teramat ngilu,
Dan tulang-tulangnya yang patah tak berbentuk
Saat melihat ketenanganmu diracun begitu,
Lidahku tegang,
Tapi justru kau telan lebih banyak
Tapi ia selalu hadir saat mentari berkata
Dan ombah menatap
Ia selalu bilang, "Aku memintamu untuk bermimpi. Maka bermimpilah. Bermimpilah dengan seluruh daya yang masih tersisa. Jika ada burung yang terbang tinggi menembus awan, dari bawah aku melihat dan berteriak, 'terus terbang tinggi, gapai citamu!'"
Dan seketika aku luluh dibuatnya
Cintanya datang dengan setulus hati,
Dan sepenuh hati sepenuh jiwa
Dan kalau saja hidup tidak berevolusi
Kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu,
Kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka...
Tanpa ragu aku akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu
Lalu, dengan apa harus kulukiskan segala rasa terima kasihku padanya?
Mungkin hanya seuntai kata yang dapat mewakili sejuta perasaan
Dan sejuta cinta kupersembahkan padamu, guru
Aku sering menendang batu-batu besar dengan sengaja hingga terluka
Aku sangat berontak pada masa putih biru
Tapi seberontak-berontaknya aku, ia tetap lukiskan semua itu
Goresan senyumnya tak pernah pergi
Kerap kali aku merasa ada tangis yang tak mau lagi jadi tawa,
Dan tawa yang selalu berujung pada tangis
Tentang sebuah sendinya yang teramat ngilu,
Dan tulang-tulangnya yang patah tak berbentuk
Saat melihat ketenanganmu diracun begitu,
Lidahku tegang,
Tapi justru kau telan lebih banyak
Tapi ia selalu hadir saat mentari berkata
Dan ombah menatap
Ia selalu bilang, "Aku memintamu untuk bermimpi. Maka bermimpilah. Bermimpilah dengan seluruh daya yang masih tersisa. Jika ada burung yang terbang tinggi menembus awan, dari bawah aku melihat dan berteriak, 'terus terbang tinggi, gapai citamu!'"
Dan seketika aku luluh dibuatnya
Cintanya datang dengan setulus hati,
Dan sepenuh hati sepenuh jiwa
Dan kalau saja hidup tidak berevolusi
Kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu,
Kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka...
Tanpa ragu aku akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu
Lalu, dengan apa harus kulukiskan segala rasa terima kasihku padanya?
Mungkin hanya seuntai kata yang dapat mewakili sejuta perasaan
Dan sejuta cinta kupersembahkan padamu, guru
Duh, puisi ini memori banget sama Fogedaxo yegaa walaupun Maura nggak ikut, seenggaknya puisinya ikut kan:) Ini request-nya H-1, panas banget otak kebakar waktu mikir karena dadakan banget! Fogedaxo, aku sayang kalian semua beserta guru-guru tanpa terkecuali setulus hati, may happiness always be with us! Sukses kedepannya, semua:) See you all as soon as possible;D nggak mau tau harus sering reuni, titik. Oke, laporan selesai!
I love you, Fogedaxo, I swear I always do.
Friday, May 31, 2013
hatiku hancur.
aku merintih
dan hilang semua harapanku.
tapi aku tak akan pulang.
tak akan mau aku kembali.
tak akan pernah lagi.
aku merintih
dan hilang semua harapanku.
tapi aku tak akan pulang.
tak akan mau aku kembali.
tak akan pernah lagi.
dengar, dengar
harapan baik selalu pahit karena selalu ada atina-atina lain
dan masalah-masalah lain
kalau atina kalah beruntung denganmu,
jadilah baik
Tuesday, May 21, 2013
Lagi-lagi masih mengunduh link terbaru untuk dilakukan kedepannya. Saya juga nggak paham isinya seperti apa. Yang jelas saya butuh. Tapi semua unduhannya nggak ada yang saya suka. Saya capek.
Oh, dear. Am I crying?
Aku nggak mau lagi keluar bermain bersama rombongan semut, ataupun daun-daun yang secara perlahan saling berguguran. Walau warnanya oranye dan amat indah di mataku, takkan mau lagi aku gerakkan kakiku ke luar. Meskipun hanya selangkah.
Takkan lagi aku ikut berloncatan bersama belalang yang diiringi oleh angin dan siulan kurcaci berhati besar. Takkan lagi aku tampakkan seberapa banyak retakan kaca di depan mereka, hanya akan ada cermin baru yang teramat mulus, yang mulai sekarang akan selalu setia menemani. Walau ada banyak paksaan yang kuberikan padanya. Tapi bukankah itu lebih baik? Biar mereka semua tahu kini aku adalah keluaran dan edisi terbaru.
Aku nggak mau lagi keluar bermain bersama rombongan semut, ataupun daun-daun yang secara perlahan saling berguguran. Walau warnanya oranye dan amat indah di mataku, takkan mau lagi aku gerakkan kakiku ke luar. Meskipun hanya selangkah.
Takkan lagi aku ikut berloncatan bersama belalang yang diiringi oleh angin dan siulan kurcaci berhati besar. Takkan lagi aku tampakkan seberapa banyak retakan kaca di depan mereka, hanya akan ada cermin baru yang teramat mulus, yang mulai sekarang akan selalu setia menemani. Walau ada banyak paksaan yang kuberikan padanya. Tapi bukankah itu lebih baik? Biar mereka semua tahu kini aku adalah keluaran dan edisi terbaru.
Monday, May 20, 2013
Bukankah kita semua memiliki kebebasan untuk terbang? Tanpa ada yang membatasi jadwal penerbangan dan jenis pesawatnya? Dan juga arah penerbangan, bukankah kita sendiri yang menentukan? Atau semuanya telah berubah?
Thursday, May 16, 2013
And I'll go so high. My feet won't touch the ground.
Saat kau memutuskan untuk melakukan gerak-gerik seperti itu, rasanya membunuh. Sudah sana, langit malam menunggumu. Tak usah tanya siapa kurcaci pada lantai dansa ini.
Tuesday, April 30, 2013
Aku penakut. Aku takut dunia luar. Ketika anak-anak lain berlarian dan bermain, aku menyendiri. Entah kenapa. Aku mulai membaca dunia dan tak ingin ada di dalamnya. Aku merasa, aku berbeda.
Saturday, April 27, 2013
saya baru saja mengirim link kecupan selamat pagi versi terbaru untuk kamu unduh.
Friday, April 26, 2013
Rain on Days
...boleh aku pulang?
aku ingin pulang.
aku ingin pulang.
"aku ingin pulang!"
teriakku di bawah hujan.
aku senang hujan di kala hujan,
sebab tak akan ada yang bisa melihatku.
aku mau pulang.
sekali lagi,
"aku mau pulang!"
aku terlalu jauh dari rumah.
aku mau pulang dan kembali ke pangkuannya.
aku rindu rumah.
aku rindu peneduh.
aku rindu penangkapku kala kalut.
aku rindu sang pemenang saat menghadapiku.
aku mau pulang.
aku rindu dan...
aku terlalu jauh dari rumah.
aku takut.
aku mau pulang!
aku mau pulang!
aku mau pulang secepatnya!
aku harus pulang secepatnya.
aku takut pada seluruh komposisi dunia.
aku mau pulang
agar aku aman
dan punya teman untuk bicara.
aku mau pulang dan kembali.
tapi terlambat,
dunia sudah terlebih dahulu membunuhku
secara pelan-pelan
tapi tragis.
saat di temukan aku sudah dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
begitu juga dengan dunia.
dunia hujan kekeringan,
dunia hijau kelaparan,
dan dunia merah jambu masih tetap meringis.
ah, kau tahu.
dia sudah menangis sejak kemarin.
meskipun ia tak terlihat,
ia punya rasa.
dan aku bisa merasakan
bahwa di balik sana ia sedang tertekan
sebab dunia yang keji.
kalau kamu tak percaya, biarlah.
setidaknya itu pemikirannya sekarang.
yang entah sampai kapan pemikiran itu akan bertahan.
mungkin saat ia mulai merelakan semua.
dan membiarkan semuanya terjadi begitu saja
tanpa ada sedikitpun lagi yang harus dipikirkan.
mungkin kini ia harus mulai belajar
untuk merelakan dunia berkuasa.
dan justru bukan dia yang berkuasa.
"padahal aku yang punya duniaku!",
dengan egoisme yang tinggi aku marah sehebat-hebatnya.
dan dunia pun ikut menggerutu,
"kalau kamu tak suka, sana pergi jauh-jauh dari sini!
tak usah kembali! kami punya aturan yang harus dipatuhi
dan jika kamu ingin tetap disini,
kamu harus patuhi aturan-aturan yang sudah kami buat itu!"
aku diam,
lalu aku berkata pada dunia,
hanya dengan tiga kata
yang bagiku sudah lebih dari cukup
tapi ia tak juga mengerti,
"Aku ingin pulang..."
I had just taken bath when I turned my phoned on and seeing two messages from my dear friends.
I know something concerns them.
I checked twitter timeline and I know exactly what they mean.
I checked twitter timeline and I know exactly what they mean.
My heart is perished. Perished. Perished.
My eyes could not hold the tears back. I said to him “I’m not going to cry about this” guess what? I just cried. I lied.
Taking a deep breath in a second and getting back to my senses. I AM FINE.
My eyes could not hold the tears back. I said to him “I’m not going to cry about this” guess what? I just cried. I lied.
Taking a deep breath in a second and getting back to my senses. I AM FINE.
I am fine. The coral is holding herself together. It will not brake anytime soon. It’s heart is as hard as a stone.
Kalau saja hidup tidak berevolusi, kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka... tanpa ragu kamu akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu.
— Surat yang Tak Pernah Sampai, Filosofi Kopi (Dee)
I wanted to say that I know what you’re going through, but I guess I don’t… Be tough. No, you already are. .. Just continue on with your passion, and true love will come at just the right time :D
For a girl who’s as strong as the corals in the ocean.
For a girl who’s as strong as the corals in the ocean.
"Look, I know what I’ve got, and I know how to deal with it. I appreciate your support and concern, but I’m OK. I have a great family and a great life, and while I’m working toward a cure, I accept and understand my condition. But acceptance doesn’t mean resignation. I can deal with the facts of it, but beyond that, I have to life a live."
but...
I see you in the other side of the shop, reading the history book (again). Your eyes catch mine. The warmth, smile and caring are shown in your eyes.
Thursday, April 25, 2013
akan kukatakan semua
pada sebuah lubang di atas tubuh pohon yang berdiri tegap menjulang,
tentang sebuah sendiku yang teramat ngilu
dan tulang-tulangku yang patah tak berbentuk
tentang hati kecilku yang hilang dan tak pernah lagi kembali
tentang tangis yang tak mau lagi jadi tawa
dan tawa yang selalu berujung pada tangis
jadilah kau sedemikian rupa
sebab padamu aku menyatakan seluruhnya aku
dan dalam diammu itu,
aku berdamai dengan diriku
tentang sebuah sendiku yang teramat ngilu
dan tulang-tulangku yang patah tak berbentuk
tentang hati kecilku yang hilang dan tak pernah lagi kembali
tentang tangis yang tak mau lagi jadi tawa
dan tawa yang selalu berujung pada tangis
jadilah kau sedemikian rupa
sebab padamu aku menyatakan seluruhnya aku
dan dalam diammu itu,
aku berdamai dengan diriku
aku memintamu untuk bermimpi
maka bermimpilah
bermimpilah dengan seluruh daya yang masih tersisa
tidur atas pilihan sendiri adalah kemewahan
jadi, bermimpilah sebanyak kerakusan anak gemuk pada manisan
maka bermimpilah
bermimpilah dengan seluruh daya yang masih tersisa
tidur atas pilihan sendiri adalah kemewahan
jadi, bermimpilah sebanyak kerakusan anak gemuk pada manisan
Friday, April 19, 2013
H-3!
3 hari lagi kami akan melawan
dengan penuh berontak
tapi seberontak-berontaknya kami,
kami akan tetap tenang
walaupun kami jadi tahun percobaan
dan percobaannya telah terbukti gagal
kami akan tetap tenang,
tapi berontak
dengan penuh berontak
tapi seberontak-berontaknya kami,
kami akan tetap tenang
walaupun kami jadi tahun percobaan
dan percobaannya telah terbukti gagal
kami akan tetap tenang,
tapi berontak
Sunday, April 14, 2013
Kemarin dia memintaku untuk tuliskan sebuah puisi.
Kutanya, "Tulis apa?"
"Tulis tentang kita", pintanya penuh harap.
Aku tanya lagi, "Untuk apa?"
"Untuk kubaca", sahutnya
"Ah tak usah, kamu sudah tahu ceritanya. Tak perlu lagi kamu baca atau pun kutulis, kamu sudah tahu. Cerita kita selalu kita karang bersama dan abadi di dalam sini", balasku sambil menunjuk si merah jambu.
Kutanya, "Tulis apa?"
"Tulis tentang kita", pintanya penuh harap.
Aku tanya lagi, "Untuk apa?"
"Untuk kubaca", sahutnya
"Ah tak usah, kamu sudah tahu ceritanya. Tak perlu lagi kamu baca atau pun kutulis, kamu sudah tahu. Cerita kita selalu kita karang bersama dan abadi di dalam sini", balasku sambil menunjuk si merah jambu.
Saturday, April 13, 2013
Kemana pun kapal membawamu,
pada akhirnya ia kan bermuara di suatu tempat
Yang mungkin kamu tak tahu di mana
Tapi kamu tak usah tanya kamu berada di mana,
cukup lihat dan nikmati saja
Dunia pasti senang melihatmu tersenyum
Karena keindahan selalu ada sebelum kamu bertanya apa
pada akhirnya ia kan bermuara di suatu tempat
Yang mungkin kamu tak tahu di mana
Tapi kamu tak usah tanya kamu berada di mana,
cukup lihat dan nikmati saja
Dunia pasti senang melihatmu tersenyum
Karena keindahan selalu ada sebelum kamu bertanya apa
Friday, April 12, 2013
Aku mau pulang. Aku jauh dari rumah. Aku mau pulang. Aku jauh dari rentang tanganmu yang selalu dengan hangat menyambut. Jauh dari kehangatan yang pertama kali aku kenal. Aku mau pulang. Bawa aku jauh-jauh dari dunia yang meminta terus-menerus. Aku mau pulang. Aku mau pulang..
Thursday, April 04, 2013
Hari ini aku menonton drama yang tertunda.
Tirai terbuka tapi tak ada pertunjukan.
Selamat malam!
Sunday, March 31, 2013
Friday, March 29, 2013
Sekarang aku bertanya-tanya tentang kita yang dicipta katanya dari satu sumber dan bermuara kembali padanya. Jadi aku berpikir persoalan satu atau beda itu bukan soal. Tapi ternyata persoalan satu atau beda itu soal. Katanya karena beda, ya, tetap beda. Seperti minyak dan air yang selamanya akan menjadi minyak dan air. Kecuali jika mereka ditambahkan dengan emulgator yang cocok. Tapi kenapa harus satu? Biarlah kita berbeda selama kita tetap dalam satu rasa.
a little kiss
kita dicipta katanya dari satu sumber dan bermuara kembali padanya
jadi kita sama-sama dicipta dari segumpal darah
dan aku berpikir tentang bayangan hari cerah bersamamu
bayangan itu selalu membayang
aku menginginkanmu untuk terus begitu
yang selalu melekat dekat tanpa sekat
kamu kan sudah tahu,
mereka bisa saja meminta untuk berbeda
mungkin satu menginginkan dua
yang padu ingin bercerai-berai
tapi nanti pada malam ia dikhianati,
ia menginginkan dirinya tetap satu
dan menjaga tokoh pengkhianat itu dalam benaknya
biarlah beda tumbuh pada kita
dan semoga ia bukan pengkhianat
yang menciumku mesra untuk membunuh
jadi kita sama-sama dicipta dari segumpal darah
dan aku berpikir tentang bayangan hari cerah bersamamu
bayangan itu selalu membayang
aku menginginkanmu untuk terus begitu
yang selalu melekat dekat tanpa sekat
kamu kan sudah tahu,
mereka bisa saja meminta untuk berbeda
mungkin satu menginginkan dua
yang padu ingin bercerai-berai
tapi nanti pada malam ia dikhianati,
ia menginginkan dirinya tetap satu
dan menjaga tokoh pengkhianat itu dalam benaknya
biarlah beda tumbuh pada kita
dan semoga ia bukan pengkhianat
yang menciumku mesra untuk membunuh
Ia tak tahu bisa makan buah yang mana. Maka jadilah ia di sana, mendaki yang tak terdaki. Memaki yang tak pernah benar peduli.
Thursday, March 28, 2013
Kan sudah jutaan kali kubilang, kamu sudah kutahan di dalam sini
Kamu tak boleh kemana-mana lagi, sayang
Kamu sudah kutahan di dalam sel rahasiaku
Kamu harus selalu tertahan disini,
kamu tak boleh bebas
Kamu harus selalu disini
Selamanya, sayang
Saturday, March 23, 2013
To touch you, and to feel you. To be able to hold your hand right now. Do you? Do you know how much I love you?My point is, there are a lot of people in the world. NO ONE ever sees everything the same way you do; it just doesn't happen. So when you find one person who gets a couple of things, especially if they're the important ones...you might as well hold on to them. You know?
Wednesday, March 20, 2013
Right from the start you were a thief. You stole my heart and I your willing victim. Let you see the parts of me that weren't all that pretty. And with every touch you fixed them. Now you've been talking in your sleep. Things you never say to me. Tell me that you've had enough of our love.
―P!nk - Just Give Me A Reason feat. Nate Ruess
mereka bilang 85% dari wanita terdiri dari rasa,
mereka tuduh semua pergerakanku itu personal
mereka tuduh semua pergerakanku itu personal
saya lihat kerumunan tadi yang meneriakan "ini terlalu
personal"
dan saya tunjuk satu-persatu wajah mereka tepat di depan batang hidungnya
kamu,
kamu,
kamu,
dan saya tunjuk satu-persatu wajah mereka tepat di depan batang hidungnya
kamu,
kamu,
kamu,
saya memaki mereka semua
saya bilang bawa kalian semua pernah
merasakan ranjang saya pada musimnya,
dan saat kalian beranjak,
saya tidak marah
tapi ketika kalian ingin kembali dan meminta selimut dari ranjang saya,
saya bilang "sekarang sudah bukan musimmu lagi"
kalian mencaci diri sendiri dan bilang,
"sial"
dan saat kalian beranjak,
saya tidak marah
tapi ketika kalian ingin kembali dan meminta selimut dari ranjang saya,
saya bilang "sekarang sudah bukan musimmu lagi"
kalian mencaci diri sendiri dan bilang,
"sial"
sekarang kalian berdiri dan berteriak menentang saya
dan sekarang juga saya bilang,
"tolong maafkan kalau kata tidak dari saya menyakiti kalian. Pulanglah, kalian terlalu personal untuk memaki kami."
dan sekarang juga saya bilang,
"tolong maafkan kalau kata tidak dari saya menyakiti kalian. Pulanglah, kalian terlalu personal untuk memaki kami."
?
Kadang aku bertanya-tanya kenapa harus ada kata tanya
Buat apa tanda tanya?
Buat apa aku bertanya-tanya?
Kenapa aku tak diam saja menunggu ada yang bertanya?
Kenapa justru aku yang bertanya di awal?
Memangnya tanya tak bisa jawab?
*suara gerusuk dari balik kepala*
"Bisa", jelasnya dari belakang, suaranya di buat agak tinggi.
Kalau begitu, kenapa aku bertanya?
Kalau tanda tanya itu untuk apa?
Tuhan, izinkan tanyaku di lahap mimpi.
Supaya aku bisa diam dan tak tanya-tanya lagi.
Buat apa tanda tanya?
Buat apa aku bertanya-tanya?
Kenapa aku tak diam saja menunggu ada yang bertanya?
Kenapa justru aku yang bertanya di awal?
Memangnya tanya tak bisa jawab?
*suara gerusuk dari balik kepala*
"Bisa", jelasnya dari belakang, suaranya di buat agak tinggi.
Kalau begitu, kenapa aku bertanya?
Kalau tanda tanya itu untuk apa?
Tuhan, izinkan tanyaku di lahap mimpi.
Supaya aku bisa diam dan tak tanya-tanya lagi.
Tuesday, February 26, 2013
jangan pernah berpikir untuk membunuh dahagamu denganku
aku tidak mau botolku kosong
dalam waktu dekat
tidak
tidak
tidak
tapi kalau pun kau teguk aku,
aku akan tetap utuh
aku tidak mau botolku kosong
dalam waktu dekat
tidak
tidak
tidak
tapi kalau pun kau teguk aku,
aku akan tetap utuh
ya memang mainan sehari-hariku barbie
tapi aku bangga
setidaknya aku tak pernah bermimpi untuk jadi mereka
sekarang pun aku sudah bangga
untuk bilang,
"aku blasteran sumatera-jawa. memangnya kenapa? mata besar, bibir tipis, kulit cokelat, rambut bergelombang, dan juga hidung bangir masuk ke dalam. setidaknya aku berpikir kalau aku bukan mainan."
tapi aku bangga
setidaknya aku tak pernah bermimpi untuk jadi mereka
sekarang pun aku sudah bangga
untuk bilang,
"aku blasteran sumatera-jawa. memangnya kenapa? mata besar, bibir tipis, kulit cokelat, rambut bergelombang, dan juga hidung bangir masuk ke dalam. setidaknya aku berpikir kalau aku bukan mainan."
kan dari awal sudah kubilang,
jangan bilang siapa-siapa
kamu malah bilang aku bilang
saling bilang, saling baling
AH
jangan bilang siapa-siapa
kamu malah bilang aku bilang
saling bilang, saling baling
AH
Thursday, February 14, 2013
Masih kubaca jejakmu di antara debu yang tertiup kemarau.
Bergulung membentuk putaran arah yang tak menentu. Kompasku hilang diterjang
badai, hingga segala jejakmu yang hanya sebatas pertanda tak mampu lagi kuungkap.
Tuanku menyambut dengan sebuah senyuman yang menghapus dahaga,
Kudekap kepulanganku penuh mesra,
Sambil terisak mengaduh padanya.
Kataku, "hilang lagi satu kepercayaanku. Badai merenggutnya dan musim kering menghilangkan jalannya. Aku kesepian dalam sesat."
Dan ia membelai kepalaku sambil berkata lambat-lambat,
“jangan khawatir, aku masih disini. Kamu bisa genggam kepercayaanmu padaku. Percayalah.”
Kudekap kepulanganku penuh mesra,
Sambil terisak mengaduh padanya.
Kataku, "hilang lagi satu kepercayaanku. Badai merenggutnya dan musim kering menghilangkan jalannya. Aku kesepian dalam sesat."
Dan ia membelai kepalaku sambil berkata lambat-lambat,
“jangan khawatir, aku masih disini. Kamu bisa genggam kepercayaanmu padaku. Percayalah.”
Kasihku hampir hilang
bentuk. Tapi pada akhirnya, kasihku kembali.
ibarat lampu yang kunyalakan
seterang-terangnya pikiranku
dan tanpa henti kuberharap ia tak akan pernah
padam.
walau dalam jalannya ia terus berseteru,
menyerang satu sama lain tanpa ampun.
aku terus menahan saklar agak tak
kunjung layu
dan pikiranku masih tetap bercahaya
dalam pekat sehabis perang.
Tuesday, February 12, 2013
AH, lagi-lagi aroma tubuhmu membangkitkan
nyaliku untuk merindu. Percayalah, aku sedang menjelma sehebat-hebatnya seorang
pecinta. Dan aku mencintai kamu tanpa ada kata cinta.
Janganlah kamu kesepian, sayang
Persediaan kataku selalu melimpah untukmu
harusnya jangan kau habiskan semua pemberianku,
harusnya jangan kau telan semua
sebab kata dokter,
lambungku kini terinfeksi,
dan genggamanku meracunimu
tapi justru kau telan lebih banyak
dan melihat ketenanganmu diracun begitu,
aku agak waswas,
jangan-jangan...
kau karmaku?
harusnya jangan kau telan semua
sebab kata dokter,
lambungku kini terinfeksi,
dan genggamanku meracunimu
tapi justru kau telan lebih banyak
dan melihat ketenanganmu diracun begitu,
aku agak waswas,
jangan-jangan...
kau karmaku?
Friday, February 08, 2013
Dia sudah menjadi pemilik tetap
Sudah mendapat sertifikasi dariku
Atas ajuan hati kecil,
pemilik segombah cinta
Dan atas izin penggenggam rindu
Atas dasar cinta dan setia,
ia dekap aku bersama rasa
"I took the stars from our eyes, and then I made a map.
And knew that somehow I could find my way back.
Then I heard your heart beating, you were in the darkness too.
So I stayed in the darkness with you."
- Florence + the Machine - Cosmic Love
saat burung-burung mulai berkicau,
aku diam
saat udara bisikkan seribu kata,
aku masih juga terdiam
mulutku bisu,
lidahku tegang,
akhirnya aku pun tak berkata
aku akan tetap diam
entah sampai kapan
Sunday, February 03, 2013
kamu unik,
kamu berbeda,
kamu jail,
kamu tampan,
kamu baik,
kamu menyenangkan,
kamu segala-galanya,
karena...
kamu cintaku,
kamu cuma milikku
dan aku mencintaimu atas siapa kamu,
bukan atas apa yang aku harapkan darimu
Saturday, February 02, 2013
1 Hari, 6 Jam, Milyaran Memori
sólo quiero decir
te amo.
pengin jalan harus tunggu hujan reda
bisanya cuma duduk di dalam tenda
sambil pegang ujung-ujung renda
katanya jalanan pada becek
padahal bisa naik ojek
mata terciprat air tinggal kucek
kenapa mata jadi picek?
kata orang aku budeg
nggak ada hubungannya sama gudeg
kalau dipikirin agak gedeg
jadinya aku malah eneg
mereka bilang aku pintar
gara-gara nulis nggak kelar-kelar
akhirnya pun aku gulung tikar
sebab badanku tak lagi kekar
tanganku jadi basah
abis sentuh air tanah
kini lukaku jadi nanah
karena langsung megang anak panah
kakiku nggak bisa digerakin
sebab habis digertakin
tetangga sebelah makin-makin
amarahnya selalu ditunjukin
sekarang apa lagi?
aku nggak mau lagi
nggak mau lagi
bisanya cuma duduk di dalam tenda
sambil pegang ujung-ujung renda
katanya jalanan pada becek
padahal bisa naik ojek
mata terciprat air tinggal kucek
kenapa mata jadi picek?
kata orang aku budeg
nggak ada hubungannya sama gudeg
kalau dipikirin agak gedeg
jadinya aku malah eneg
mereka bilang aku pintar
gara-gara nulis nggak kelar-kelar
akhirnya pun aku gulung tikar
sebab badanku tak lagi kekar
tanganku jadi basah
abis sentuh air tanah
kini lukaku jadi nanah
karena langsung megang anak panah
kakiku nggak bisa digerakin
sebab habis digertakin
tetangga sebelah makin-makin
amarahnya selalu ditunjukin
sekarang apa lagi?
aku nggak mau lagi
nggak mau lagi
Friday, February 01, 2013
"There's nothing like us. There's nothing like you and me." -Justin Bieber
Selamat malam, Tuan yang Baik.
Aku masih mencarimu dalam pekatnya cahaya malam.
Rinduku jua masih berceceran untukmu.
Katamu, kamu pemulung rindu?
Aku masih mencarimu dalam pekatnya cahaya malam.
Rinduku jua masih berceceran untukmu.
Katamu, kamu pemulung rindu?
Tuesday, January 29, 2013
semua roda yang berputar,
menjadi penanda waktu kebahagiaan
selama roda masih berputar,
artinya
masih akan ada jalan yang harus dilalui
jika roda itu berhenti,
saat satu sisi menghadap langit,
dan sisi lainnya mencium tanah,
aku tahu bahwa waktuku sudah habis
seperti waktu yang juga berserakan di jam pasir
tapi roda ini masih berputar,
berikan sedikit waktu untuk rasakan detak jantung,
sedikit tempat untuk merindu,
dan jalan pulang bersama
roda ini takkan berputar selamanya
roda ini akan berhenti
...suatu saat nanti
roda
roda
roda
roda ini hanya waktu
yang suatu hari nanti akan melangkahkan kaki
Monday, January 28, 2013
Dunia pasti berotasi. Meninggalkan mereka yang berhati kerdil di belakang. Meninggalkan mereka yang mabuk di lantai dansa. Meninggalkan pejudi dengan uang yang penuh dalam mulutnya. Rotasinya cepat. Tanpa sadar meninggalkan mereka yang tak siap. Mereka tak akan dapat tempat.
aku ingin kembali merasakan hembusan napas
juga tiap gerakan
dan atmosfer dalam ruangan yang tumpahkan sebuah warna
yang berikan ketenangan tersendiri dalam hati
aku ingin kembali pada sensasi senin siang yang tak terlupakan itu
di mana kita sama-sama melawan kelemahan
beradu kebolehan
aku rindu irama yang menggema
dan tiap kata yang bermelodi
dari dalam hati kuberharap keajaiban
juga berharap menyaksikan senyum itu lagi
lagi
lagi
lagi
sampai hilang
juga tiap gerakan
dan atmosfer dalam ruangan yang tumpahkan sebuah warna
yang berikan ketenangan tersendiri dalam hati
aku ingin kembali pada sensasi senin siang yang tak terlupakan itu
di mana kita sama-sama melawan kelemahan
beradu kebolehan
aku rindu irama yang menggema
dan tiap kata yang bermelodi
dari dalam hati kuberharap keajaiban
juga berharap menyaksikan senyum itu lagi
lagi
lagi
lagi
sampai hilang
Tuan, Tolong
Tuan, tolong jangan lepas senja dari mataku
Tubuh kami masih sangat melekat
Jangan kau tega renggut dia saat sedang berkasih denganku
Izinkanlah kami berdua sejenak terhanyut dalam emosi
Biarkan kasih kami tumpah ke bumi
Biarlah kasih kami tercampur dalam jingga
Waktu ini sangat cepat
Aku tak akan selamanya muda
Suatu hari nanti aku akan kembali
Lalu kembali jadi debu
Sampai saat itu, gambarkan aku senja
untuk aku berimajinasi
Tuangkan sejuta warna
Tolong, tuan
Pergilah sebentar ke sana, ke selatan
Kembali lagi saat senja datang,
saat matahari siap pergi pada tanah baru
Akan kulepas senja padamu
Bersediakah kau, tuan?
Tubuh kami masih sangat melekat
Jangan kau tega renggut dia saat sedang berkasih denganku
Izinkanlah kami berdua sejenak terhanyut dalam emosi
Biarkan kasih kami tumpah ke bumi
Biarlah kasih kami tercampur dalam jingga
Waktu ini sangat cepat
Aku tak akan selamanya muda
Suatu hari nanti aku akan kembali
Lalu kembali jadi debu
Sampai saat itu, gambarkan aku senja
untuk aku berimajinasi
Tuangkan sejuta warna
Tolong, tuan
Pergilah sebentar ke sana, ke selatan
Kembali lagi saat senja datang,
saat matahari siap pergi pada tanah baru
Akan kulepas senja padamu
Bersediakah kau, tuan?
Seminggu Bersamamu
Aku masih bertanya-tanya,
bagaimana kalau aku habiskan satu pekan lagi bersamamu?
Apa rasanya?
Pada akhirnya pun aku temukan jawabannya,
itulah mengapa aku minggu ini kunamakan
cinta
Sunday, January 27, 2013
Aku belum mau menemukan namamu
jadi belum ada yang aku tulis,
pria beraroma pagi
Aku ingin kamu tanpa nama
supaya tak berakhir dengan cerita
jadi belum ada yang aku tulis,
pria beraroma pagi
Aku ingin kamu tanpa nama
supaya tak berakhir dengan cerita
Aku selalu memilihmu,
atas dasar keabadian
bukan keterbatasan mencintai
Aku ingin memelukmu,
walau mereka kira ini hanya sandiwara
Aku masih belum ingin menamaimu,
sebab aku memilih
untuk jadi lakon dalam cerita ini
Aku mau melukis
Melukis apa?
Melukis semua yang indah
Semua yang indah dimana?
Di mata, di hati, di jiwa
Di mata, di hati, di jiwa siapa?
Di mataku, di hatiku, di jiwaku
Yang seperti apa indahnya?
Yang seperti kamu
kamu tahu
tahu-tahu aku tahu
aku tahu kamu tahu
kamu tahu
kamu tahu aku tahu
kamu
aku
tahu lalu tahu
dulu, seperlunya aku akan datang
kini aku perlu datang
tidak seperlunya saja
aku bener-benar perlu
dan itu canduku
satu-dua kata tidak akan pernah bisa menjelaskan
tetapi satu gerakan sederhana
akan mengatakan segalanya
karena itulah,
kamu begitu berarti
tetapi satu gerakan sederhana
akan mengatakan segalanya
karena itulah,
kamu begitu berarti
Selamanya = Satu Hari
OH. Bahkan bukan satu hari, bahkan bukan 9 jam, hanya 7 jam yang selalu kita rencanakan sendiri. Kali itu bukan kali pertama aku menghabiskan waktu bersama. Tapi rasanya seperti kembang gula yang menempel di dinding-dinding mulut, begitu juga dengan momen 7 jam yang melekat dalam hati. Manis.
Hari itu, aku serap isi hatinya.
Banyak orang menegenalinya seperti tokoh. Peran dalam drama. Pahlawan dalam film. Karakter dalam cerita. Sedangkan aku, aku mengenalnya sebagai sahabat. Tapi aku mencintainya. Aku dekap denyutnya seakan-akan ia milikku. *dug dug dug* Kubiarkan napasnya mengisi lubang hatiku. Hidupnya menghidupkan hidupku.
Siang begitu terik. Mentari sedang sombong-sombongnya. Aku dan dia sedang sayang-sayangan.
Dengar, dengar. Pada dinding cafe suaranya memantul, lalu masuk melewati telingaku dan menelusup masuk ke hatiku. Ia bercerita. Aku perhatikan setiap gerak bibir yang ia lakukan, kata-kata meloncat bersamaan dari bibirnya. Kata-kata riang, mereka ceria, agak sedikit berbau sejarah, tapi banyak tercium kejujuran. Saat itu, telingaku menangkap kisahnya. Kembang gula manis kembali mengalir pada dinding mulut.
(Sekarang, kamu percaya keabadian?)
Kini, cafe itu sudah tutup. Tapi gemuruh tawa yang pernah memantul disana masih bergema di dalam sini.
Tahukah kamu? Selamanya baru berjalan sebentar. Namun kembang gula ini sudah membeku. Terlalu kaku, terperangkap dalam waktu.
(Ingatkah kamu bagaimana selamanya dalam satu hari?)
Hari itu, aku serap isi hatinya.
Banyak orang menegenalinya seperti tokoh. Peran dalam drama. Pahlawan dalam film. Karakter dalam cerita. Sedangkan aku, aku mengenalnya sebagai sahabat. Tapi aku mencintainya. Aku dekap denyutnya seakan-akan ia milikku. *dug dug dug* Kubiarkan napasnya mengisi lubang hatiku. Hidupnya menghidupkan hidupku.
Siang begitu terik. Mentari sedang sombong-sombongnya. Aku dan dia sedang sayang-sayangan.
Dengar, dengar. Pada dinding cafe suaranya memantul, lalu masuk melewati telingaku dan menelusup masuk ke hatiku. Ia bercerita. Aku perhatikan setiap gerak bibir yang ia lakukan, kata-kata meloncat bersamaan dari bibirnya. Kata-kata riang, mereka ceria, agak sedikit berbau sejarah, tapi banyak tercium kejujuran. Saat itu, telingaku menangkap kisahnya. Kembang gula manis kembali mengalir pada dinding mulut.
(Sekarang, kamu percaya keabadian?)
Kini, cafe itu sudah tutup. Tapi gemuruh tawa yang pernah memantul disana masih bergema di dalam sini.
Tahukah kamu? Selamanya baru berjalan sebentar. Namun kembang gula ini sudah membeku. Terlalu kaku, terperangkap dalam waktu.
(Ingatkah kamu bagaimana selamanya dalam satu hari?)
Saturday, January 26, 2013
Pakai kacamata, ya, memang mudah. Namun, menggunakan kacamata yang
sesuai dengan keadaan itu yang pastinya akan butuh banyak pertimbangan. Di
tempat terang, pasti perlu kacamata yang agak gelap untuk menyaring cahaya.
Belum lagi memikirkan seberapa gelap dan terang kombinasi yang akan terbuat
nanti.
Dan setiap manusia harus punya banyak kacamata. Tidak hanya harus punya banyak, tapi juga tahu kapan harus menggantinya.
Dan setiap manusia harus punya banyak kacamata. Tidak hanya harus punya banyak, tapi juga tahu kapan harus menggantinya.
Sekarang, saya harus pakai kacamata baru. Nanti kalau dapat melihat jelas, saya harus terbang lagi.
Tinggi..
Ujung matamu teteskan cerita yang lara, tapi kamu tak pernah tahu. Dia yang baik hati pergi tanpa pamit, tepat saat bola matamu menjemput cinta.
Friday, January 11, 2013
Katamu-Katanya
Katamu, aku panci
Tapi pantat panci menunggumu,
ia menunggumu untuk bercermin
Katanya, kamu panci
Katanya, kamu murah
Katanya, dasarmu hitam
Katanya, hitammu tak bisa hilang
Katanya, kau bersih
Lalu, kotor
Kemudian, bersih lagi
Katanya, noda menempel di dasar lekukan
Katanya, busa bersisa pada genggaman
Katanya, aroma tak enak tercium dari tubuhmu
Katanya, kamu itu panci
Katanya..
Tapi pantat panci menunggumu,
ia menunggumu untuk bercermin
Katanya, kamu panci
Katanya, kamu murah
Katanya, dasarmu hitam
Katanya, hitammu tak bisa hilang
Katanya, kau bersih
Lalu, kotor
Kemudian, bersih lagi
Katanya, noda menempel di dasar lekukan
Katanya, busa bersisa pada genggaman
Katanya, aroma tak enak tercium dari tubuhmu
Katanya, kamu itu panci
Katanya..
Tuesday, January 01, 2013
Halaman 1 dari 365
Pada akhirnya kita sekalian telah berbahagia karena apa yang kita nantikan dengan semangat dan keceriaan untuk menyambut kedatangan ini, bilangan satuan 1 setelah 2012 telah datang.
SELAMAT TAHUN BARU 2013!
Semoga kaki-kaki bisa menjadi inspirasi,
angin bisa menghantarkan mimpi,
kita yang semakin bersemangat,
dan juga diri menjadi lebih baik.
Aamiin.
Subscribe to:
Posts (Atom)







