Saturday, April 18, 2015

First of all, I had no idea my man knows how to play my all-time favourite song. I was taken aback to find out that.

He began to play, skillfully and beautifully. I think I'm gonna have to stay, stay forever, though I'm too naive to talk about forever. But I adore him.

He moved ever closer to me as he played and I couldn't hold back the tears. His eyes discovered my eyes, and that's what I do too. 

Dude, you already caught my eye the first time I saw you.

Sunday, March 22, 2015

Aku?

aku di sini menari
di antara ketidakharmonisan melodi
lalu,
aku bernyanyi
di antara nada sumbang tak bernadi

aku?

aku adalah sebuah tangisan tak bertepi,
jiwaku melantunkan nada-nada sepi
yang sembari menari atau bernyanyi

aku adalah rautan tanpa makna,
guratan tanpa pena


(lantunan melodi kedamaian terdengar semakin sayup)


aku sapa mereka dengan ceria seperti yang biasa aku lakukan

Saturday, March 21, 2015

Selamat Merayakan Hari Puisi Sedunia!

hingga saat ini,
kita masih berkeliling dunia
kau yang mengajakku bepergian beberapa waktu lalu,
kau telah membagi rasanya merasakan cinta yang sedalam Mariana,
mengajarkanku menyisakan ruang maaf seluas samudera,
mencari kebahagiaan yang lestari,
masalah yang terasa asin bak air yang mengalir dari sungai-sungai yang membawa kandungan garam dan berkumpul pada suatu mangkuk besar bernama laut
tapi masalah-masalah itu yang menjadikan perjalanan ini sejuk seperti angin dan suara deburan ombak di Gili Meno,
rindu yang tak terbagi,
"tidak seperti laut yang membagi air asin dengan daratan," katamu,
dan hal-hal lainnya yang terus beterbangan di atas langit Mount Roraima

Bawa aku ke Alaska. Kudengar, di sana sering muncul aurora terindah. Hijau-biru seperti kilatan matamu yang hingga saat ini masih buat kujatuh hati.

Bawa aku ke Alaska. Aku ingin melihat aurora dari jembatan Paatsjoki. Dingin akan membuatku meringkuk. Kalau begitu, akankah kau tawarkan aku peluk?

Bawa aku ke Alaska. Lembar sinar kehijauan dan biru--atau ungu akan mempesona seluruh indera. Mari kita nikmati aurora dari kereta salju yang akan kau sewa di bulan Desember. Pasti menyenangkan rasanya melihat sekumpulan husky iri saat kita bertukar peluk, bukan?

Bawa aku ke Alaska. Karena menikmatinya bersamamu akan jadi yang terindah.

Thursday, March 19, 2015

My heart drops a little...
now knowing all you've ever wanted is not enough,
i came to a point where...

do re mi fa so done with you.
Actually I don't even know what to do.
I'm lost.


Back in time when your presence is full of joy,
where all I see is you,
my heart beats a lil' bit faster,
my stomach feels a lil' bit lighter,
and my smile shines a lil' bit brighter.

You remind me to be brave,
to inch away from comfort,
to be tough,
to be kind,
to take control of my thoughts before they take control of me,
and to seek happiness.

but please, could you stay?

Tuesday, March 03, 2015

Then I'll blend that rainbow above you
and shoot it through your reins
because your heart has a lack of colour
How you act is confusing me.

Is it hard to express how you actually feel?

Because fyi, I'm tired of guessing.

I was just trying to make you feel better. You were just a way to escape my life for a little while. I was bored and confused, while you're so warm. You make me home.

Sunday, March 01, 2015

This is how it feels now.

Blankness.
Numbness.
Nothing.


I really feel empty.
I feel lost inside myself.
I feel extremely confused.
I feel so alone.

I don't feel pain.
I feel nothing.


But I feel like I'm slowly giving up...


I can feel there's something in my bones that calls something chummy,
yet so distant.

I feel there's a hole in my chest.


There's somewhere in my heart begging,
"Please. I don't want to go away. I don't want to forget."

I'm haphazard with memories.


Are there any flowers in your garden or is it just me?

Saturday, February 14, 2015

Aku jatuh cinta pada kehangatanmu,
yang memelukku

Wednesday, January 28, 2015

Mari duduk dan saling tukar pikiran. Kamu bertugas untuk mendengarkanku. Aku memintamu untuk memberi sepenuhnya perhatianmu. Aku lebih suka kita bertemu di suatu titik dengan amarah yang kamu katakan ketimbang kamu menulikan telingamu atas ucapanku.

Aku butuh kekagumanmu atas apa yang kupikirkan yang tak kamu temukan di lain tempat.

Atau jangan-jangan aku telah jadi kanak-kanak perempuan yang riang gembira dan manis dan... dungu?
She wears all black,
just like her soul
yet her heart is made of gold

Thursday, January 15, 2015

Aku ingin menjadi astronot di matamu. Ada angkasa di sana, juga kumpulan bintang-bintang. Adakah cara untuk membuat ruang di dalam mata? Aku ingin sekali ke sana.
Kadang aku melihat laut di matamu. Ada kehidupan di sana. Ikan besar, ikan kecil, dan ikan lain yang tak kukenal namanya. Ikan yang berlomba-lomba memberi atraksi indah dan sempurna. Kalau begitu, aku ingin menjadi ikan di matamu, juga hidup dan bernapas di dalamnya. Menurutmu, bagaimana?
Matamu bak matahari bagi bumiku yang menguasai aku siang malam. Dan aku yang selalu berputar mengelilingimu.
Tolong izinkan aku menjadi obat tetes, yang melebur dalam cairan di matamu.
Bisakah matamu terbang dan mencari?
.
.
.
Suatu hari ada kesendirianmu, yang tertangkap oleh mataku segala resah dan gelisah di dadamu. Pada sebuah pagi ketika rona merah matahari tuntas menidurkan malam, engkaulah yang akan membangunkan segala rahasia hari; melalui secangkir kopi hitam buatanmu, dan puisi yang kita sajikan sebelum senja tiba.
Ada hembus nafasmu yang sejuk menidurkanku. Ketika saat itu tiba, aku ingin mengajakmu menidurkan kesendirian, membungkus rahasia kecil kita berdua; Sebab pertemuan ini, ialah sementara yang abadi, di dalam puisi atau sajak-sajak tentang kita yang kasmaran. Tentang dua manusia yang saling memusnahkan logika masing-masing.
Dan saat malam menyambut, selimutnya tak lagi basah, karena air mata sudah menjelma bahagia yang menawar segala resah, yang telah dipertemukan waktu pada sebaris sudah; Kita, yang aku semogakan.

Yang tak pernah bosan memperhatikanmu,

M.

Saturday, January 10, 2015

H+1 kita berbincang di bawah pohon di depan kelasmu itu
Lelah ya lari mengejarku?
Tenang, aku menunggumu, kok
Lagipula, kita kan mencuri pandang sudah berhari-hari ini dari pagi hingga petang
Ah, indah
Sadarkah kamu saat kamu sampai ke depan wajahku,
Semua gerakmu kurekam lagi
Terburu-buru (mungkin gugup) entah mencari apa di dalam kotak
"Ketemu!", sahutku sendiri dalam diam
Berwarna kuning, berhiaskan kipas diatasnya
Tebak apa?


Terima kasih,
Aku sangat menyukainya

Jangan merasa bersalah (lagi, ya) karena bungkusnya sedikit rusak bagimu
Bagiku tidak
Ya.. Setidaknya tidak rusak selama kamu tak beranjak