pada sebuah lubang di atas tubuh pohon yang berdiri tegap menjulang,
tentang sebuah sendiku yang teramat ngilu
dan tulang-tulangku yang patah tak berbentuk
tentang hati kecilku yang hilang dan tak pernah lagi kembali
tentang tangis yang tak mau lagi jadi tawa
dan tawa yang selalu berujung pada tangis
jadilah kau sedemikian rupa
sebab padamu aku menyatakan seluruhnya aku
dan dalam diammu itu,
aku berdamai dengan diriku
tentang sebuah sendiku yang teramat ngilu
dan tulang-tulangku yang patah tak berbentuk
tentang hati kecilku yang hilang dan tak pernah lagi kembali
tentang tangis yang tak mau lagi jadi tawa
dan tawa yang selalu berujung pada tangis
jadilah kau sedemikian rupa
sebab padamu aku menyatakan seluruhnya aku
dan dalam diammu itu,
aku berdamai dengan diriku
No comments:
Post a Comment