Yang kecil, tetaplah kecil
Yang besar, tetaplah besar
Yang sudah melayang, biarlah melayang
Biarlah ia diterpa Tuan Angin dengan hembusannya
Yang sedang berjalan, biarlah ia menapak
dengan seluruh daya dan energi yang tersisa
Di ujung langkah kakinya yang kesekian kali,
ia berhenti
Tanpa ada Iangkahan yang ingin diIangkahi,
ia harus tetap melangkah
dengan seluruh kesibukan yang ada,
ia harus tetap menjadi air
Diam, tenang, mengalir
"Manis, asam, asin, rame rasanya!" sahutnya dalam hati
Kemudian ia melangkah lagi,
Kakinya berdarah,
kakinya menginjak batu tajam
darahnya mengalir terus tanpa henti
kekurangan faktor VIII atau mungkin XI, mungkin?
No comments:
Post a Comment