Friday, October 11, 2024

 Aku melangkah dalam pekat dan darah

Dingin...

Sunyi...

Kelam...


Aku terjatuh...

Aku bangkit

Aku coba gapai pelita-Mu

Aku coba kembali dalam terang

Sukar... Sulit... Susah... Payah... Lelah...


Aku terkurung


Tolong aku!

Ulurkan tangan-Mu

Akan kugenggam terang itu

Lelah

Kudekap dadaku

Seolah-olah aku akan terbang ke langit

Kekerasan dan kasih sayang berperang dalam kekelaman jiwa

Silih berganti datang menendang dinding-dinding kepalaku


Aku telusuri jalan yang bersenandungkan jeritan

Aku rasakan sepi yang menyusupi jiwaku

Tubuhku berteriak kaku


Jari-jari jentik kehidupan tak mau lagi menyentuhku

Bayang-bayang buruk menatapku dengan buas

Saturday, February 10, 2024

Birokrasi

Wajah-wajah kaku di ujung meja

Diam membisu tanpa makna

Tak bersuara bila tak ditanya


Uang membuat mereka ramah

Merangkak untuk mendapatkannya


Manusia-manusia uang

Semuanya sudah biasa

Saling sikut kanan-kiri-atas-bawah

Melongok ke angkasa dan berkata hormat


Manusia-manusia uang

Kita adalah topeng-topeng

Topeng kaku dan topeng ramah

Topeng uang...

Hahaha

Topeng uang...

Monday, July 31, 2023

Pengemis

Terkapar, terbaring di alam kelam

Menghinakan diri dengan mengiba

Terduduk, terdiam di ujung teras

Menghinakan diri dengan merayu

Tersenyum, tertawa di ujung meja

Menghinakan diri dengan komisi


Kita-kita adalah pengemis

Pengemis dalam berbagai dimensi dan makna

Pengemis uang, cinta, dan proyek

Tersenyum bila berhasil;

tertawa dalam kesenangan;

membenci bila terkapar dan terhentak

Dendam timbul dalam kalbu

"Kita bukan malaikat."

Kita adalah pengemis

Dunia

Kita larut dalam aliran kenikmatan

Tertawa dalam kegembiraan

Bersantap dalam kerakusan

Hadir sekelam kata di hati


Kita sadar tapi kita mimpi

Kita mimpi tapi kita sadar

Sayangnya kita tak pernah sadar

Tanpa mimpi...inilah kita...

Manusia bodoh yang tak pernah berpikir

Monday, July 24, 2023

Hidup Bahagia

Setiap manusia punya rahasia.

Setiap wajah memiliki cerita.

Kita hidup bukan untuk diisi oleh gumpalan duka.

Kita manusia yang berisi tak ada; dan hidup untuk ada.

Maka isilah dengan aliran bahagia

Aku

Aku mencari kata di antara siluet

Mencoba untuj mengartikan wujud

Bukan untuk beraksi ataupun bereaksi

Tapi hanya sekedar melepas dahaga

untuk mengisi kekosongan


Aku si lapar yang rakus

Aku pengasah kesempatan di antara kesempitan

Aku kalian yang tak disebutkan

Sunday, July 23, 2023

Manusia-manusia Kembar

Aku dapati manusia-manusia kembar di sekelilingku.

Ekspresi kembar di mana-mana

Jiwa kembar di dunia ini.

Semua bergerak dengan nuansa sama.

Kekuasaan dan harta telah merantai kita.

Hanya bisa memandang tanpa makna.

Semua bisa...diam.

Tahu, tapi menganggap tidak tahu adalah mulia.

Tidak tahu, tapi menganggap tahu adalah hina.

Inilah dunia kita.

Dunia dengan ekspresi kuasa dan harta.

Dunia yang memiliki dua sisi.

Diam...tanpa suara.

Semua berputar tanpa arti dan kemudian...mati...diam lagi...

Friday, July 21, 2023

Hilang

Ku kehilangan sesuatu putih.

Tak berupa...

Tak berbentuk...

Tak berwujud...

Aku susuri lorong dan gorong.

Aku jenguk diriku.

Manakah ia?

Aku telusuri pinggiran jiwa.

Aku dapati manusia-manusia sepertiku.

Kehilangan...

Jiwa kami tertolong dan merintih.

Kami berjalan dalam gelap dan suram.

Sesuatu telah hilang dari diri kami.

...Kemurnian...

The Color Rhapsody

Brown and white. They remind me of one night.

The sky is empty, with no starlight.

You came, and make it bright.


Some find me blue, 

some find me grey.

Only those who see me through, 

find a color no one can display.


You don't need any effort, 

to find red in blood, 

or green in the grass.


But what's special to you is to find pink in the sun, 

and turquoise in stones.


In my sleep, dreams are yellow, 

and the road is orange.

It was just a simple hello, 

but my cheeks suddenly went strange.


The next song is fuschia.

Pray the notes of the violet.

Feed the Gods Ambrosia.

And drinks the champagne of Cloudlet.


Remember the song of crimson, 

the shriek of black,

and the whisper of grey.

The pale look of poison,

the golden Goddess' back,

and the amber of prey.


Worry is dark blue,

thank is pink,

happiness is folly, 

money is taupe.


Insanity covers calamity.

Rufors mold the drained blood.

Fawn, and beige, and dark brown.

Amaranth, and feldgrau, and myrtle.


Taste the melon and the honeydew.

Touch magenta, and feel the rain shower.

Lick magic mint, and listen to the silent brow.

Dance the mustard rhapsody, tickle the indigo's ribs.

Saturday, July 15, 2023

My Family

They were born in heaven.

The heaven is called my heart.


My heart was formerly earth.

Ever since they were born,

I called it "heaven."


Those people,

not necessarily bound by blood,

but bound by heart.


They are the sun of my soil,

and the yellow to my banana.


The rain to my throat,

and the cherry on my cake.


The hot in my cold, 

and the sweet in my bitter.


They are the humans I treasure.

Thursday, May 18, 2023

Segalamu

Gelak tawamu seperti kaca,

mencuri denting-denting curahan surga.

Suaramu...

Ah, bergemuruh di telingaku.


Kamu berparuh tajam, aku bertelinga panjang.

Kita tak cocok.

Tapi tak apa. Ini bumi, bukan bulan.


Sampai tulang-tulangku usang,

aku ingin kulit kepalaku tetap terlihat di bawah hidungmu.

Dan aroma pagi tetap tercium di ketiakmu.


Kulit jangat kasar dan bulu jempol, siapa peduli?

Hatimu lembut, dan otakmu tak berbulu.

Aku suka. Biarkan bintang-bintang dan bulan cemburu.


Bolongan hidungmu, tenggerkan di batang hidungku.

Ujung jarimu, telusuri kulit kepalaku,

buat aku bosan dengan bindang-bintang dan Ian Somerhalder.


Bibir atas hangat, 

bibir bawah pahit.

Liur gula dan napas dingin. 

Bolehkah?


Kuku besar, kuku panjang.

Mata bintitan dan juga bau mulut.

Memang keanpa?

Aku mau keriput tanganmu menggesek kulit jangatku.


Membabi buta.

Oh, aku lebih buta dari babi.

Kamu lebih bau dari babi. Hahaha, kita cocok.

Seperti malaikat yang salah mendarat di tepi bak sampah.


Bohong. Tipu aku lagi dengan emas murahan.

Aku tak mau emas.

Aku mau kamu, pria berbau pagi.


Karena bunyi napasmu serupa melodi burung parit.

Dan rambut rontokmu seperti remahan Orea.

Manis, mengundang peluk, merangsang liur.


Kalau oksigen bosan tinggal di paru-parumu, panggil aku.

Pakai paru punyaku dan oksigen akan memelukmu sampai parumu kekenyangan.


Rentang bumi dan surga bukan apa-apanya. 

Jarak telingamu dari jantungku juga bukan apa-apanya.


Gendang telingamu menyukai irama jantungku?

Apa kamu menyukai melodi nyanyian jantung?


Kuharap ya. Karena jantung ini bernyanyi untuk gendang telingamu.


Urat-uratmu menonjol. Apakah segitu beratnya merinduku?

Tak apa, bukan? Otot hatimu akan kuat ketika aku jauh.


Aku menelusuri tubuhmu.

Kau tanya bagian terpenting?

Ketiakmu. Aroma ketiakmu seperti aroma pagu.

Oh, jangan tertawakan seleraku.


Kabel dan tiang BTS. Untuk apa?

Udara menjadi media tercepat bagi aromamu sampai ke lubang hidungku.


Otak ini mencandu segalamu.