Tuesday, December 18, 2012

Semua Orang Bicara dan Aku Hilang

Aku mulai mengerti bahwa ketiadaanku adalah ada yang lain.

Bayangkan kamu adalah Piko. Piko yang pergi ke sekolah. Piko yang hobi menari, Piko yang suka menyanyi, dan semua kegiatan yang menyangkut seni. Piko mempunyai 1 kakak laki-laki, 2 adik yang lagi-lagi laki-laki, ayah, dan ibu. Hamsternya mati 2 bulan lalu dan ia masih berduka.

Coba suatu hari kau bayangkan. Piko mati, menghilang dan pergi dari rutinitasnya. Ia tak bersekolah. Ia tak menari ataupun bernyanyi. Tak ada laki kakak dan adik laki-laki, ayah, ataupun ibu. Piko hilang, lenyap dan pergi bersama seluruh dunia yang ia hidupi.

Nah, kalau gitu siapa yang tersisa?

Mari kembali kepada awal kataku,
Ketiadaan adalah ada yang lain. Saat aku bilang, bayangkan kamu adalah Piko. Ketiadaan Piko menghasilkan kamu. Dan ketiadaan kamu menghasilkan Piko-piko yang baru. Jadi, apakah kamu adalah kamu yang sebenar-benarnya? Apakah kamu benar-benar kamu?

Tidak akan dan jangan kau pikir. Inilah keadaan yang mengerikan buatku.
Mungkin, aku yang bicara ini tidak bernama. Atau iya? Ah, aku ragu.

No comments:

Post a Comment