Friday, December 28, 2012

seharusnya kita tak pernah mendekatkan detak jantung kita/berlomba saling berpacu mana yang lebih cepat/seharusnya kita tak pernah bertatap mata/untuk saling menatap dan tatapannya pun sama tajamnya/tak pernah terlalu dekat/tak ambil kesempatan untuk saling bernafas dalam udara yang sama/tapi kamu terekam terlalu nyata/terekam dengan tombol ulang yang selalu menyala/sampai-sampai isinya selalu kamu/kamu/kamu/dan bentuk garis lurus yang panjang/menyalakan indahmu/meliuk-liuk bagaikan api yang tak kunjung padam/sosokmu muncul lagi//
 
kamu berikan senyum itu lagi/sekali mengangkat kepala/lalu tertunduk/mengubriskan ekspresi terindah/aku terenyuh/tubuhku bergetar/hati mengubah berjuta rasa/jiwa penuh gejolak/aku tertikam//
 
garis matamu/singkat/dan senyummu/terus bermain di sini/tak lenyap/ataupun memuai//
 
aku mencurigaimu di setiap waktu/mencuri bagian hidupmu lewat benda tak bernyawa ini/berusaha untuk mendengar/dan mengambil posisi terdepan untuk menebak-nebak apa isi hatimu/aku sedang menaiki komidi putar/yang berputar-putar/tak kunjung henti/aku semakin terjerumus ke dalam fantasi/sebab di antara putarannya itulah kutemukan arti//

No comments:

Post a Comment