seharusnya kita tak pernah mendekatkan detak jantung
kita/berlomba saling berpacu mana yang lebih cepat/seharusnya kita tak pernah
bertatap mata/untuk saling menatap dan tatapannya pun sama tajamnya/tak pernah
terlalu dekat/tak ambil kesempatan untuk saling bernafas dalam udara yang sama/tapi
kamu terekam terlalu nyata/terekam dengan tombol ulang yang selalu menyala/sampai-sampai
isinya selalu kamu/kamu/kamu/dan bentuk garis lurus yang panjang/menyalakan
indahmu/meliuk-liuk bagaikan api yang tak kunjung padam/sosokmu muncul lagi//
kamu berikan senyum itu lagi/sekali
mengangkat kepala/lalu tertunduk/mengubriskan ekspresi terindah/aku terenyuh/tubuhku
bergetar/hati mengubah berjuta rasa/jiwa penuh gejolak/aku tertikam//
garis matamu/singkat/dan senyummu/terus bermain di
sini/tak lenyap/ataupun memuai//
aku
mencurigaimu di setiap waktu/mencuri bagian hidupmu lewat benda tak bernyawa
ini/berusaha untuk mendengar/dan mengambil posisi terdepan untuk menebak-nebak apa
isi hatimu/aku sedang menaiki komidi putar/yang berputar-putar/tak kunjung
henti/aku semakin terjerumus ke dalam fantasi/sebab di antara putarannya itulah
kutemukan arti//
No comments:
Post a Comment