Kudekap dadaku
Seolah-olah aku akan terbang ke langit
Kekerasan dan kasih sayang berperang dalam kekelaman jiwa
Silih berganti datang menendang dinding-dinding kepalaku
Aku telusuri jalan yang bersenandungkan jeritan
Aku rasakan sepi yang menyusupi jiwaku
Tubuhku berteriak kaku
Jari-jari jentik kehidupan tak mau lagi menyentuhku
Bayang-bayang buruk menatapku dengan buas
No comments:
Post a Comment