pagi itu tiba-tiba kamu ada.
aku ingin wajahmu selamanya menempel di jendela
yang pertama kulihat saat bangun dari mimpi
tentang kamu.
karena dalam tidurku, aku menyebutmu.
maka menetaplah.
habiskanlah satu hati.
mari tergelincir dan tertawa bersama,
berbaring pada setia.
No comments:
Post a Comment