Thursday, December 12, 2019

Aku bisa melihatnya mengintip dari balik jendela. "Ceroboh juga geraknya", kataku.
Pikiranku kini tak ayal, malah terjebak di dalam labirin. Sial.

Bukannya cepat-cepat lemparkan api, aku justru menyambutnya dengan simfoni pekat. Ia pun berani melangkah masuk ke ruangan gelap ini. Duh.

Entah kenapa rasanya berbeda. Seperti ada percikan cahaya.

No comments:

Post a Comment