Friday, August 23, 2019

-

Aku bercerita tentang senja di kala semua rasa optimisku mulai pudar. Pudar oleh biasan-biasan tak beraturan putaran waktu yang terus berjalan. Hanya waktu yang bisa disalahkan oleh manusia atas segala kesalahan yang telah diperbuat.

Senja ini indah bersama pelangi. Temaram oleh jingga dan merah merona guratannya. Aku terdiam merasakan terpaan angin di tepian pantai. Berpikir keras bagaimana caranya agar aku bisa kembali menikmati sepiring nasi berserta lauk-pauknya yang bisa membuat perut ini berhenti berbunyi.

Waktu terus berlalu tanpa ada jeda sedikitpun sampai senja berlalu dari pandanganku. Aku merasa waktu bersama senja adalah salah satu lukisan terbaik yang Tuhan ciptakan untuk makhluknya. Senja membuatku hidup kembali.

Kini, senja masih bersama dan pengharapanku atas waktu masih mengalir deras dalam benak. Semoga esok senja masih menampakkan keindahannya yang elok, memberikan semangat bagiku yang kadang jenuh atas putaran-putaran waktu yang semakin menggila.

Hari ini, senja sudah tidur. Kusisipkan sedikit tenaga untuk sampaikan sapaan selamat malam kepadanya.

No comments:

Post a Comment