Uh, sini dengarlah cerita baruku.
Duduklah di dekatku sambil sesekali seruput teh hijau buatan Mbok Pita itu.
Kamu tahu kenapa?
Agar aku bisa merasakan hangatnya dekapanmu (lagi).
Jelas saja, aku tetap rindu. Sudah lama sejak kita tak saling jumpa, kita tak bertukar peluh, atau yang lebih indah dari itu--peluk.
Sejak itu, rinduku berceceran di atas daun-daun kering musim gugur, menunggu diterpa semilir angin Kota Jakarta. Rinduku hanya menunggu penjelajahannya ke kota lain, Kota Depok.
Di sisi lain, aku merasakan banyak kacamata-kacamata baru terpasang. Entah, mungkin memang banyak pengguna kacamata yang naif di tempat ini. Mungkin sudah biasa bagi mereka semua. Atau mungkin hanya aku yang norak dan baru tahu.
Tetapi intinya, aku merindukanmu dengan segenggam nasehatmu, Sahabat Kecil.
No comments:
Post a Comment